phone: +62 856 320 6611
e-mail: radhian.anantareja@gmail.com

Diam Bukan Berarti Tidak Peduli

Berbicara mengenai lisan memang tak ada habisnya. Meskipun mungil fisiknya tetapi pengaruhnya bagi kehidupan sangat luar biasa. Lisan dapat menciptakan ketentraman, kedamaian, dan keselamatan. Dengannya kita bisa mengekspresikan kehendak dan mengungkapkan isi hati.

Tetapi di lain fihak timbulnya pertengkaran, pembunuhan bahkan sampai peperangan pun bisa disebabkan hanya karena ulah Si Lisan. Pepatah "lisan lebih tajam daripada pedang" menjadi benar adanya. Karena luka oleh pedang dapat segera disembuhkan, tetapi luka karena lisan akan terus jadi kenangan.

Begitu banyak bencana timbul akibat terpelesetnya lisan. Tetapi dari sekian banyak malapetaka yang disebabkanya, bencana berikut ini yang rasa - rasanya paling menakutkan bagi sang penutur keburukan :
"Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh Allah yang dia tidak mengurangi (akibatnya), maka terjatuhlah dia ke dalam neraka Jahanam." (HR. Bukhari).

Sedangkan banyak sekali pekerjaan lisan yang membuat kita menjadi penutur keburukan. Dusta alias berbohong, mengumpat, adu domba, berkata keji, ingkar janji, membuka aib orang, memuji - muji diri sendiri, melaknati, menyakiti orang lain untukmeruntuhkan kehormatannya, adalah beberapa di antara penuturan yang buruk dan tercela. Maka agar lisan kita selalu terjaga, bermohonlah agar Allah selalu mensucikan lisan kita dari keburukan.

1. Berdzikir
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah berkata, "Dzikir kepada Allah adalah penyebab sibuknya lisan dari ghibah, adu domba dan dusta. Maka jika seseorang tidak berbicara dengan dzikir kepada Allah dan mengingat perintah - perintah-Nya niscaya ia berbicara dengan hal - hal yang haram atau sia - sia."

2. Diam atau berkata yang bermanfaat.
Waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika tidak dipergunakan secara efisien maka justru akan merugikan kita sendiri. Oleh karena itu agar tidak menjadi manusia yang merugi, jahuilah obrolan yang tidak perlu dan latihlah lisan kita untuk lebih memilih diam daripada terjebak pada pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda: "Di antara (ciri) sempurnanya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal - hal yang tidak bermanfaat baginya."(HR. Tirmidzi).

Abul Qasim Al Qusyairi berkata, "Diam pada saat yang tepat merupakan karakter orang - orang besar, sebagaimana berbicara pada saat yang tepat merupakan tabiat termulia." Berpikirlah dahulu sebelum bicara. Jika maslahat bicaralah. Jika mudharat atau ragu - ragu, diamlah. Manusia diberi dua telinga dan satu mulut supaya lebih banyak mendengar daripada bicara." Bila bicara dan diam sama maslahatnya, maka lebih baik diam. Dan diam pun memiliki banyak sekali manfaat dan mengandung 7000 kebaikan yang terkandung dalam kalimat..

 "Diam adalah ibadah tanpa perlu bersusah payah...!!!"

 "Diam adalah perhiasan tanpa berhias...!!!"

 "Diam adalah kehebatan tanpa kerajaan...!!!"

 "Diam adalah benteng tanpa pagar...!!!"

 "Diam merupakan kekayaan tanpa meminta pada orang...!!!"

 "Diam menjadikan istirahat bagi dua malaikat pencatat amal...!!!"

 "Diam menutup keaiban...!!!"

3. Tidak mengejek atau mencemooh.
Ejekan berarti meremehkan orang lain dengan mengatakan aibnya untuk ditertawakan. Perbuatan ini jelas terlarang dalam agama. "Hai orang - orang yang beriman, janganlah kamu mengolok - olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka yang diolok - olok lebih baik dari mereka yang mengolok - olok..." (QS. Al Hujaraat: 11)
Sedangkan Rasulullah bersabda,"Beang siapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan mati sebelum melakukannya." (HR. At Tirmidzi).

4. Jangan meng-ghibah (Bergunjing)
Ghibah adalah menceritakan sebuah fakta atau kenyataan yang ada pada orang lain tetapi jika ia mendengar ia tidak akan menyukainya. Tetang ghibah ini Allah bahkan sampai menggunakan metafora yang "menjijikan" karena keburukannya.
"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang diantara kamu seka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya." (Al-Hujarat: 12)

5. Jangan berdebat/bertengkar
Perdebatan biasanya terjadi karena kesombongan seseorang atas ilmu yang ada pada dirinya lalu menyerang kekurangannya pengetahuan orang lain. Bukannya pencerahan yang didapatkan, perdebatan justru akan mengeraskan hati dan mewariskan kekesalan.
Sbda Nabi,"Tidak akan tersesat suatu kaum setelah meraka mendapat hidayah Allah, kecuali mereka melakukan perdebatan." (HR. At Tirmidzi).

Sudaraku, marilah kita gunakan benar - benar seluruh anggota tubuh ini untuk kebaikan, Terutama lisan. karena sungguh penjagaan terhadap lisan adalah jaminan surga yang penuh kenikmatan.
Maka, sungguh besar pahala orang yang memanfaatkan lisannya untuk menuturkan kebaikan. Mulia pribadinya karena baik perkataannya.
Semoga apa yang penulis sampaikan dapat bermanfaat untuk diri kita masing - masing, dan menjadikan kita sebagai para penyeru kebaikan yang mampu memberikan manfaat untuk saudara - saudara kita yang lain.

0 comments: